
Indralaya//medialawelangsumatera.com
Lembaga Pendidikan SMAN 1 Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir,
Menggelar sebuah acara edukasi untuk para siswa, agar paham dalam beraktivitas dan bijak menggunakan media sosial (Medsos), agar tidak terjebak kerana hukum .
Yakni sebuah kegiatan bertemakan,”Aku Belajar Anti Bullying Yang Bijak Bermedia Sosial”.


Kegiatan berlangsung di aula SMAN 1 Indralaya Utara, Rabu 10 September 2025.
Pemateri disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Ogan Ilir Rahdityo Pandu Wardhana, S.H,
Mewakili Kajari Ogan Ilir H Musa SH MH. Acara dibuka oleh Kepala SMAN 1 Indralaya Utara Drs Thohir Hamidi MSi .
Kepala SMAN 1 Indralaya Utara,
Kabupaten Ogan Ilir Drs Thohir Hamidi MSi mengatakan, sangat tidak bijak bila tidak memahami penggunaan media sosial (Medsos) , sehingga perlu adanya batas penggunaan Android dalam kegiatan bermedsos dengan baik dan benar.
“Kalau kita bermedsos tidak bisa membedakan mana yang baik dan salah, kita khawatir nantinya masuk ke ranah hukum, makanya kita harus bijak bermedsos,”kata Thohir Hamidi.
Begitu juga dalam beraktivitas yang mengarah ke bullying , diharapkan jangan sampai dilakukan oleh setiap individu anak-anak.
“Maka perlunya sosialisasi agar bullying tidak dilakukan, karena dampaknya tidak baik ,tentu harus terus digelorakan,
Semoga kegiatan yang dilaksanakan ini akan mendapat berkah , dan terimakasih pihak Kejaksaan Negeri Ogan Ilir bersedia memberikan arahannya untuk para siswa kami, sehingga tumbuh kembang anak akan berjalan sesuai yang kita harapkan, “tutur Thohir Hamidi.
Kasi Intelijen Kejari Ogan Ilir, Rahdityo Pandu Wardhana SH mengaku pernah menjadi korban dan pelaku bullying.
“15 tahun yang lalu saat menjadi siswa SMA saya pernah menjadi korban bullying dan juga menjadi pelaku bullying,”ungkapnya dihadapkan para siswa.
Ironisnya yang menjadi korban bullying saat ini ada yang menjadi salah satu pejabat, mereka sukses dalam meraih cita-cita.
Intinya bullying tersebut tidak diperkenankan, karena kalau sampai mengarah Perudungan fisik , bisa dipidana, karena saat ini ada peradilan anak,”Kalau sampai dipenjara, saya pastikan masa depan anak tersebut akan suram, mau jadi PNS, TNI, Polri tidak bisa, karena ketika akan membuat SKCK, tentu harus berprilaku baik, yakni saratnya tidak pernah dipenjara, “tegasnya.
Oleh karenanya, pihaknya berharap agar semua siswa SMAN 1 Indralaya Utara ini berperilaku yang baik.
Dalam memberikan materi , Pandu begitu sapaan sehari-harinya lebih banyak melakukan dialog dua arah dengan para siswa dari kelas X,XI dan XII.
Pandu banyak menanyakan mengenai cita-cita dan keinginan para siswa setelah selesai pendidikan di SMA, mau melanjutkan apa, mau kuliah, bekerja, kuliah kedinasan dan sebagainya.
“Kalau mau jadi Polisi atau TNI sebaiknya jangan tanggung langsung ikut tes Akmil atau Akpol, tapi harus dipersiapkan sejak sekarang,”katanya.
Begitu juga bila mau melanjutkan kuliah, masuk Fakultas Pertanian, Kedokteran, Teknik Sipil, Pertambangan, Fakultas Hukum, harus dipersiapkan sejak dini.
“Umpamanya kuliah dikedokteran, tentu arahnya mau jadi dokter, tapi jangan sebatas dokter umum, mimpi yang di cita-cita harus lebih tinggi, umpamanya dokter spesialis jantung,”lanjut Pandu.
Jadi setiap cita-cita harus tinggi, kuliah di Pertambangan, tentu nantinya mau jadi apa , kuliah di Pertanian juga mau jadi apa, apa mau bekerja di PTPN, “kata Pandu memberikan gambaran.
Di Penghujung acara, Pandu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan pertanyaan “Pertanyaan yang baik akan saya berikan hadiah, ada 8 hadiah yang saya siapkan, dan untuk tiga besar pernyataan yang baik, akan saya tambah uang ,”kata Pandu disambut para siswa dengan semangat,
Laporan tim Red



































