
Bayung Lencir Muba// medialawelangsumatera.com tanggal 22 mei 2025 Bapak Mulyadi tokoh masyarakat desa kaliberau sekaligus ketua PAC GRIBJAYA kecamatan Bayung Lencir merasa terganggu kesehatannya di akibat oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab mengelola Sumur tua atau sumur bor peninggalan Belanda yang berlokasi kan kurang lebih 50 meter dari rumah warga desa kaliberau kecamatan Bayung Lencir, adapun dampak dari kegiatan aktivitas pengelolaan sumur tua peninggalan Belanda tersebut hawa bau gas minyak nya membuat beberapa masyarakat yang rumah dekat dari sumur tua peninggalan Belanda tersebut terkena bermacam-macam penyakit,ada yang sakit mata nya perih,ada pernafasan nya terganggu,ada nafas nya terasa sangat sesak dan lain- lain semua penyakit itu timbul semenjak ada orang yang mengelola Sumur tua peninggalan Belanda tersebut.


Dalam hal ini Bapak Mulyadi tokoh masyarakat desa kaliberau yang juga ketua PAC GRIBJAYA kecamatan Bayung Lencir berharap pemerintah kabupaten Musi Banyuasin, pemerintah kecamatan Bayung Lencir dan pemerintah desa kaliberau bertindak menyikapi perihal ada beberapa masyarakat desa kaliberau yang terdampak lingkungan hidup kurang sehat dan dampak bahaya kebakaran karena gas minyak dari Sumur tua peninggalan Belanda tersebut sangat menyengat tercium oleh warga desa kaliberau yang rumah nya dekat dari lokasi sumur bor minyak peninggalan Belanda tersebut.
Mendapatkan informasi dari masyarakat desa kaliberau dan dari pak Mulyadi awak media nasional Law Elang Sumatera.Com.mendatangi warga setempat yang rumah nya tidak jauh dari lokasi aktivitas pengelolaan sumur minyak tua peninggalan Belanda ‘ memang benar pak kami di saat ini mengalami sakit pernafasan menjadi sesak karena ada bau dari gas minyak yang mereka kelola itu pak, ungkap salah satu keterangan warga desa kaliberau yang enggan di sebutkan nama nya,
Di tempat berbeda pak Mulyadi tokoh masyarakat desa kaliberau yang sekaligus ketua PAC GRIBJAYA kecamatan Bayung Lencir menjelaskan ke awak media nasional Law Elang Sumatera.com” memang benar apa yang di katakan tetangga saya itu,saya sendiri sejak Sumur bor minyak tua peninggalan Belanda tersebut dikelola oleh orang- orang itu bau minyak mentah itu sangat menggangu kesehatan kami,sesak pernafasan,,mata terasa perih dan perut terasa mual – mual menahan bau gas minyak mentah hasil dari pengelolaan sumur bor minyak tua yang berada kurang lebih 50 meter dari belakang rumah kami pak”begitu dengan tegas pak Mulyadi menjelaskan keluhan penyakit yang dia rasakan semenjak ada aktivitas pengelolaan sumur bor minyak peninggalan Belanda tersebut.
Pak Mulyadi melanjutkan keterangan nya ke awak media nasional law Elang Sumatera.com”sekali lagi saya mohon kepada APH kabupaten Musi Banyuasin,DLHK Muba serta pemerintah daerah kabupaten Musi Banyuasin, pemerintah kecamatan Bayung Lencir dan pemerintah desa kaliberau segera tutup kegiatan aktivitas pengelolaan sumur minyak bor tua peninggalan Belanda tersebut segera di tindak lanjuti,kami takut rumah – rumah kami bahaya kebakaran dan penyakit kami bukan tidak bisa keracunan oleh bau gas minyak mentah hasil dari pengelolaan sumur bor minyak peninggalan Belanda tersebut.dengan nada suara sedikit emosi pak Mulyadi mengakhiri keterangan pada awak media nasional Law Elang Sumatera Sumsel
Pewarta: Arwani



































